Sistem Informasi Desa Kalisari

Focus Group Discussion (FGD) Rancangan Teknis SID OPLA UNS Tahun 2026

Kalisari,- Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Rancangan Teknis SID OPLA UNS Tahun 2026 telah dilaksanakan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyusun perencanaan teknis yang matang guna mendukung pengembangan sektor pertanian berkelanjutan.

FGD ini menghadirkan tim dari Universitas Sebelas Maret (UNS) sebagai penyusun SID OPLA, serta dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan stakeholder lainnya yang memiliki peran penting dalam pembangunan pertanian di wilayah Kabupaten Banyumas.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas secara komprehensif berbagai aspek teknis, mulai dari kondisi eksisting lahan, sistem irigasi, potensi pengembangan lahan pertanian, hingga perencanaan infrastruktur pendukung. Diskusi berlangsung aktif dengan adanya masukan, saran, serta klarifikasi dari peserta guna menyempurnakan rancangan yang disusun.

Melalui FGD ini, diharapkan Rancangan Teknis SID OPLA UNS Tahun 2026 dapat menjadi acuan yang tepat dalam pelaksanaan program optimalisasi lahan pertanian (OPLA), sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, serta mendukung ketahanan pangan daerah di Kabupaten Banyumas.

Kegiatan ini juga mencerminkan sinergi yang kuat antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan pertanian yang terarah, efektif, dan berkelanjutan.

Alhamdulillah, Desa Kalisari mendapatkan kabar baik dengan ditetapkannya sebagai calon penerima program Optimalisasi Lahan (OPLA) Tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan produktivitas pertanian melalui pembangunan dan perbaikan infrastruktur pendukung.

Salah satu bentuk dukungan yang direncanakan adalah pembangunan DAM Parit Wangan Petengkekan, yang diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian masyarakat. Keberadaan DAM ini nantinya akan sangat membantu petani dalam mengatur distribusi air secara lebih optimal, terutama pada musim kemarau.

Semoga menjadi penerima bantuan OPLA sehingga bantuan dapat dilaksanakan pada tahun 2026 secepatnya.